Malaikatku


Sayang...
Aq sungguh merindukanmu
Aq butuh kau disisiku
Untuk menghapus lara dihatiku
Karena entah kenapa air mata ini tak mau berhenti
Padahal duka itu tlah lama pergi

Jiwakukah yg rapuh
Atau memang luka itu enggan sembuh
Aq terlalu sakit
Hanya dengan berfikir
Aq sendiri disini
Seperti jalan sepi yg selalu kulalui
Tanpa seorangpun disisi

“Jangan sedih hanya karena tersisih”

Tapi bisakah aku kuat
Saat pembimbingku tak mau lagi melihat

Saat ketika wajahnya berpaling
Saat ketika jurang terbentang
Dan saat aku berfikir
Adilkah...
Setelah sekian waktu yg kulalui dgn diam

Sayang...
Aq selalu ingin jadi penopangmu
Pelipur laramu
Dan penyejuk jiwamu
Tapi bahkan saat ini
Aku tak mampu menopang diriku...
Tak sanggup menjaga jiwaku
Dan tak bisa tegar di hadapanmu...

Beri aku kekuatan..
Sungguh aq pun  tak ingin menyerah disini
Untukmu yang tlah berjuang disisiku
Yg rela melaluinya bersamaku

Namun
Andai waktu tak bepihak padaku
Tetaplah jadikannya nyata untukku
Jangan menyerah bersamaku...
Karena aku percaya
Kau jauh lebih kuat daripadaku...

“Aku sungguh mencintaimu, Malaikatku”

No comments:

Post a Comment