Saturday, 16 March 2013

Mentari Pagi


Sang mentari pagi. Entahlah, kenapa aku bisa melihat gadis itu seperti itu. Mungkin karena keberadaannya menghangatkan seperti matahari jam 7 pagi, atau Mungkin juga karena Ia bersinar di mataku seolah awanpun malu untuk berdiri diatasnya. Hanya saja saat pertama kali bertemu dengannya, aku pikir tuhan sengaja menjatuhkannya dari surga untukku.

Hari itu, untuk sejenak pita suaraku seolah putus. Kalau aku pujangga, sudah jutaan kata yang bisa kurangkai hanya untuk menggambarkan betapa tatapannya benar-benar membuatku jatuh. bukan jatuh yang menyakitkan, tapi jatuh seolah kau dihempaskan diatas jutaan awan kapas. halus, lembut dan sangat nyaman.

"Maafkan aku" bisiknya panik di pangkuanku. ya tuhan, andai semua doa dikabulkan aku ingin untuk saat itu waktu berhenti berputar. dan hanya menyisakan kami berdua. tapi seperti doa tidak masuk akal lainnya, tentu saja doakupun tidak terkabul. setelah beberapa lama, aku bangun dan membantunya berdiri bersamaku.

Yah seperti yang aku bilang tadi, Tuhan benar-benar menjatuhkannya ke pangkuanku. karena entah bagaimana tiba-tiba dia menubrukku dan membuatku terpental dengan tubuh manisnya mendarat di atasku.

"tidak apa-apa" jawabku sambil tersenyum simpul. senyum yang menurut sepupuku niko, sanggup membuat beyonce menceraikan jay Z. tapi gadis di depanku ini bukan beyonce, dan ternyata dia tak terpengaruh dengan senyumku. Fiuuhhh Nasib

"bener-bener maaf, aku tadi buru-buru sampai nggak ngeliat kanan kiri. kamu gak papa kan, gak luka?" katanya lagi dengan wajah panik menggemaskan.

"hatiku yang kenapa-kenapa, jantung aku yang terluka" teriak batinku. tapi tentu saja tak kuungkapkan di depannya. yang benar saja. Aku seorang Fahreza foresster, tak ada dalam kamusku berlagak norak kaya gitu.

"it's ok my lady. aku bener-bener gpp kok. lagian aku juga yang salah diem di persimpangan gini. seolah emang minta ditubruk"

"syukurlah" jawabnya sambil tertawa mendengar candaaku " oh iya  ngomong2 mau kemana, kok diem di tengah jalan gini. kesasar ya?"

"iya, kebetulan aku mau nyari sepupu. dia ngajar di fakultas kedokteran. tapi aku bingung fakultas kedokteran sebelah mana ya? jalannya nyabang gini"

"wah kebetulan ayo aku anter, aku juga mu kesana kok."

Alamaak,,,durian runtuh nih. daritadi nyari cara buat lama-lama ngobrol ternyata malah ditawarin jalan bareng. kalo kaya gini, jalannya mesti dilambat-lambatin nih. kalo perlu biar tahun depan nyampenya. sebodo amat deh si niko nungguin sampe bulukan. wkwkkwkwwk

"Oh iya, ngomong-ngomong kenalin, aku Faza" sahutku sambil mengulurkan tangan ke arahnya. dan saat yg aku tunggu dateng juga, dia balik ngulurin tangannya ke arahku "Echa" ya ampuun,,,namanya sweet banget sesuai banget ma orangnya.

"kamu kul disini juga? fakultas apa?" aku bertanya sambil lalu seolah cuma basa-basi padahal dalam otak, aku akan menyimpan baik-baik informasi ini, biar tar bisa tanya ke niko.

"fakultas kedokteran. kamu sendiri nyari bapak/ ibu siapa? sapa tau dosen yang ngajar aku juga?"

"Yah, mungkin ga kenal juga kali. soalnya dia baru sih" dalam hati aku berharap dia gak kenal niko, karena kalo dia kenal niko duluan pasti pesonaku kesalip lagi."kebetulan katanya dia dikontrak setaun buat gantiin dosen yang lagi cuti. namanya Niko. Nicolas foresster. kamu kenal?"

Aku melirik echa dan sumpah, aku langsung nyesel dah nanya. karena saat itu juga mukanya langsung pucat. seolah aku bertanya apakah dia kenal dewa Hades???dewa penjaga di mitologi yunani. feelingku langsung buruk. apakah ada sesuatu antara niko dan echa? dan saat aku masih kebingungan niko datang saat itu juga.

"hoy za, nyampe juga." niko menepuk pundakku dari belakang dan anehnya seolah seluruh darah surut dari muka echa seiring niko mengenali siapa yang datang bersamaku "lho felisha?kamu kenal sepupuku?"

Felisha??? Echa???

Oh My God, jadi inilah gadis itu. felisha sang soleil princessa. Matahari sepupuku. Pantas saja.sepertinya Tuhan hanya meminjamkannya sebentar padaku. karena detik itu juga aku tau, tak ada harapan untukku.

Goodbye peri kecilku.














No comments:

Post a Comment